Petualangan Sukses Denada Menjadi Pengusaha


Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Denada merupakan putri sulung dari penyanyi kondang 1970-an Emilia Contessa. Rasanya bakat seni dan menghibur yang ada di dalam diri ibunya menular ke Denada. Tak tanggung-tangung, 3 genre musik ia geluti demi eksistensinya di dunia musik. Dikenal sebagai musisi rap, kemudian beralih ke pop dan hingga saat ini ke industri dangdut.

Meskipun Denada terlahir dari seorang ibu yang berprofesi sebagai seniman, tetapi hal itu tidak membuat dirinya dengan mudah masuk dalam industri musik. Hanya kemampuan olah suara yang menjadi jaminan seorang penyanyi bisa berkiprah. Melihat hal itu, Denada pun terus berlatih agar dirinya memenuhi persyaratan kelayakan penyanyi yang dibutuhkan industri musik Indonesia.

Ketekunan dalam berlatih pun membuahkan hasil, dan kejeliannya melihat bakat suaranya untuk berpindah genre pun membuahkan hasil. Akibat dari kejeliannya melihat genre musik dangdut dan ketekunan dalam berlatih untuk bisa menguasai musik dangdut, Denada dinobatkan beberapa penghargaan musik dari Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia tahun 2005.

Baca juga: Cantiknya Paras Wulan Guritno Secantik Bisnisnya

Berkenalan dengan bisnis baru Denada

Denada yang dulu sama dengan yang sekarang, dahulu ia tekun untuk menggeluti dunia musik. Sampai saat ini ia menambahkan porsi belajarnya untuk tekun dalam dunia bisnis. Rasanya tidak ada kata terlambat untuk belajar sangat melekat pada personality Denada. Di usianya yang sudah 36 tahun, ia masih belajar terus dalam bidang bisnis, ia berharap ilmunya bisa diaplikasikan ke bisnis tasnya yang sedang ia bangun.

Kail nama brand yang dimiliki Denada untuk menggarap tas. Bisnis yang dijalankannya pun berawal dari hobinya dalam mengoleksi tas, hobinya itu pun dipadukan dengan bakat kreatifnya sehingga ia berusaha mendesain ulang tas yang dimilikinya.

Denada membuat Kail sedemikian rupa sehingga tidak sama dengan tas pada umumnya, mulai dari bahan baku dimana Denada dan tim produksinya membuat dari kulit eksotik, sehingga dapat nyaman dipakai, desainnya dirancang untuk muat banyak dengan tetap memperhatikan style dari ukuran tas itu sendiri.

Baca juga: Melihat Hobi Nadine Chandrawinata yang Disalurkan ke Dunia Bisnis

Sepak Terjang Denada untuk Kail

Dalam merancang tas, Denada benar-benar turun sampai ke bagian produksi. Ia dengan bakat kreatifnya mendesain tas yang akan di produksi, kemudian saat produksi Denada dibantu oleh beberapa stafnya dan terus menerus Denada awasi sampai proses finishing.

Dengan mengetahui proses tersebut, tentunya membuat seorang pengusaha manapun mengetahui persis kendala dan maneuver yang perlu dilakukan untuk meringankan cost produksi dan mempercepat proses finishing. Selain itu juga, membuat hubungan antara staf dengan bos menjadi lebih dekat karena ada interaksi satu sama lain.

Pasar yang digarap Denada pun sudah mengglobal, dengan memanfaatkan internet. Denada melakukan maneuver marketingnya melalui online, beberapa order telah datang bukan hanya dari dalam negeri, luar negeri pun juga banjir pelanggan.

Selain melalui online, Denada layaknya seorang yang paham betuk bisnis. Ia mengikuti jejak Anita Rodrick dalam membangun Body Shop. Denada memperkenalkan masterpiece melalui beragam event, komunitas baik dalam negeri maupun luar negeri. Denada pernah memperkenalkan karyanya di Jakarta Fashion Week dan Hongkong Fashion Week, praktis semua orang yang hadir di event itu adalah kaum jet, yang memiliki banyak relasi dan memiliki daya beli yang kuat.

Untuk menyempurnakan bisnisnya, Denada pun rela ke Florence, Itali untuk belajar desain. Cukup lama ia mendedikasikan waktunya untuk mempelajari desain, ilmu yang ia dapat dari Florence itulah yang ia aplikasikan terus untuk kemajuan Kail brand tas miliknya.

Baca juga: Happy Salma : Merintis Bisnis Tulola Jewelry

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Like it? Share with your friends!

0

Petualangan Sukses Denada Menjadi Pengusaha